5 Step Influence investor sebagai Agen Properti. Ini caraku Bikin Klien Percaya, Harga Fair, dan Deal Jalan (Tanpa Maksa)
baca 5 menit saja
Di dunia properti hari ini, jualan keras itu sudah nggak relevan. Yang menang bukan agen yang paling banyak ngomong, tapi agen yang paling dipercaya.
Client sekarang pintar. Mereka riset. Mereka bandingkan. Dan satu hal yang mereka cari itu sederhana: agen yang paham market dan benar‑benar berpihak secara adil — ke owner dan ke buyer.
Influence yang benar bukan manipulasi. Influence itu soal memberi kejelasan, bukti, dan rasa aman.
Berikut 5 step influence yang saya pakai, yang konsisten menghasilkan deal sehat dan klien puas (bahkan jadi repeat & referral).
Reveal the deal blueprint
discover the five essential steps to securing real estate deals by influencing investors. get a concise overview and prepare to take action. your deal starts here.
  • Identify opportunities
    Pinpoint properties with high potential for investor interest. Analyze market trends and property data.
  • Build investor relationships
    Cultivate connections with potential investors. Establish trust and understand their investment criteria.
  • Present compelling proposals
    Craft proposals that highlight the property's value and potential returns. Tailor presentations to each investor's needs.
  • Negotiate effectively
    Master negotiation tactics to secure favorable terms. Advocate for both the investor and the property owner.
Understand investor priorities
Bangun Trust dari Cerita Nyata, Bukan Janji
Calon klien nggak butuh klaim “saya agen terbaik”. Mereka butuh cerita nyata.
Gunakan contoh benefit dari klien sebelumnya:
  • bagaimana awalnya mereka ragu, jadi nitip jual 3 propertinya ke kita
  • masalah apa yang mereka hadapi, yang susah cari rumah ada IMB, dengan kita pilihan properti yang legalitas lengkap
  • dan apa yang berubah setelah kerja sama. Misal dapat Kos-kosan sebagai investasi paling menguntungkan lewat bantuan kita.
Contoh sederhana:
“Waktu itu owner maunya harga X, tapi market belum siap. Kita adjust strategi, dan dalam 45 hari deal di harga realistis, untung lebih, tanpa drama.”
Cerita seperti ini bikin calon klien merasa:
‘Oh, situasi mirip yang aku pengen. Dan dia pernah handle ini.’
Trust lahir sebelum presentasi harga.
Uncover profitable properties (Kuasai Harga Pasaran, Bukan Sekadar Listing segala properti)
Agen yang berpengaruh wajib jago market. Bukan cuma tahu harga satu properti, tapi:
  • harga properti serupa
  • tren supply & demand
  • waktu rata‑rata kapan investor atau vendor mulai caro agen untuk minta pertolongan
Kenapa ini penting? Karena di sinilah kamu berdiri adil:
  • Owner nggak kejebak harga mimpi
  • Buyer nggak merasa di-mark up
Saat kamu bisa jelaskan kenapa harga itu masuk akal, bukan memaksakan, klien merasa dilindungi, bukan dijualin.
Dan dari sini, influence naik level. Kita mau juga influence jual-beli properti kapan saja gak akan merugikan, karena tanah atau properti jenis apapun selalu bisa dijadikan aset atau warisan yang value nya terus naik.
Edukasi Dulu, Baru Arahkan Keputusan
Influence yang kuat selalu diawali edukasi.
Saya selalu ajak klien melihat:
  • skenario terbaik
  • skenario realistis
  • risiko kalau terlalu keras di harga. kita juga perlu aware kalau resiko selalu ada untuk kedua pihak, tapi resiko bukan untuk di hindari tapi untuk di kelola.
Bukan untuk menakuti. Tapi supaya keputusan mereka matang.
Saat klien merasa keputusan itu pilihan mereka, bukan dorongan agen, resistance turun drastis.
Step 4 — Tunjukkan Transformasi, Bukan Proses Ribet
Networking is key to connecting with investors. Effective communication builds trust and fosters strong relationships. Nurture these connections through consistent engagement and deliver exceptional service to encourage repeat business. Join sport communities kayak padel, golf, badminton, gym, boxing dan lain-lain untuk bisa ketemu calon-calon client. Atau simply make friends you know :)

Tunjukkan Transformasi, Bukan Proses Ribet
Calon klien tidak peduli detail teknis kita. Mereka peduli hasil akhirnya.
Jelaskan transformasi:
  • dari bingung → jelas
  • dari ragu → confident
  • dari takut salah harga → tenang karena data
Kalimat yang sering saya pakai:
“Tugas saya bukan bikin cepat deal, tapi bikin kamu nyaman dengan keputusan ini — bahkan setelah transaksi selesai.”
Ini positioning yang kuat.
Finalize the perfect deal. Step 5 — Tutup dengan Kejelasan, Bukan Tekanan
Closing yang sehat itu jelas, bukan maksa.
Ringkas:
  • next step
  • timeline realistis
  • peran masing‑masing
Saat klien tahu apa yang akan terjadi setelah tanda tangan — mereka merasa aman. Dan orang yang merasa aman, mudah bilang iya.
Take the next step
Influence sejati di properti bukan soal pintar bicara. Tapi soal JUJUR ke market, ADIL ke semua pihak dan konsisten memberi informasi yang benefit untuk client.

Kalau klien puas, deal akan datang. Bukan sekali, tapi berkali‑kali.
Dan di situlah bisnis agen properti jadi ringan, sehat, dan berkelanjutan.